Khotbah di Bukit dianggap sebagai salah satu khotbah Yesus yang paling penting dan salah satu ajaran-Nya yang paling mendasar, yang dianggap sebagai inti ajaran Yesus. Bahkan banyak umat non-Kristiani percaya bahwa khotbah ini merupakan salah satu pesan terpenting yang pernah diajarkan. Mungkin tak ada surat dalam Alkitab yang paling banyak dikutip dan dipahami selain ajaran dalam Matius 5-7.
Banyak orang telah mengikuti Yesus karena ajaran, khotbah, dan penyembuhan-Nya. Dia menyampaikan Khotbah di Bukit ketika banyak orang berkumpul mengelilingi-Nya di dekat Danau Galilea. Dia naik ke gunung dan mengundang beberapa murid-Nya untuk ikut bersama-Nya. Peristiwa ini membagi kerumunan menjadi dua kelompok: orang-orang yang berada di dasar gunung, yang mewakili semua masalah umat manusia, dan orang-orang yang berada di tingkat yang lebih tinggi yang ingin menjadi bagian dari solusi-Nya atas masalah tersebut. Yesus mulai mengajarkan dan melatih para pengikut-Nya agar mereka bisa pergi ke dunia dengan pesan-pesan-Nya dan dengan kekuatan-Nya.
”Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” […]
Ucapan bahagia ketujuh (Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah) berbicara tentang misi mereka yang menjadi […]
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”. Ada alasannya mengapa ucapan bahagia tentang orang […]
Murid sejati tidak akan dapat menyembunyikan jati dirinya dan Yesus memakainya untuk mengubahkan kebudayaan. Para pengikut-Nya seumpama kota di atas […]
Dalam Matius pasal 6, Yesus mengajarkan para murid-Nya untuk mengikuti disiplin dan nilai-nilai vertikal atau rohani tertentu. Disiplin rohani pertama […]
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi”. Yesus mengajarkan […]
Yesus memanggil para murid-Nya untuk berapi-api bagi Allah. Yesus memakai kata kerja yang berkesinambungan untuk “mintalah, carilah, dan ketuklah” untuk […]
Yesus sekarang akan menggambarkan nilai-nilai seorang murid yang menjalankan sikap diberkati. Menurut kamus, sebuah nilai adalah: “Sesuatu yang diinginkan atau […]
Meskipun ada penekanan kuat dalam ayat-ayat ini tentang bagaimana mengatasi kecemasan, Yesus terutama mengajarkan nilai-nilai. Amati setidaknya dua puluh pertanyaan […]
Yesus mengakhiri pengajaran nilai-nilai-Nya dengan menyatakan bahwa pusat dari target prioritas murid-Nya haruslah aturan Tuhan di atas hati mereka. Semua […]
Comments are closed.